Rokan Hulu, 18 Agustus 2026 — Universitas Rokania kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kecintaan terhadap budaya daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum bertema “Etika Adat Rokan sebagai Muatan Lokal Perguruan Tinggi” dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Rokania Tahun 2026, Selasa (18/8/2026).
Kuliah umum menghadirkan Yusrizal KD., A.Md., S.H., M.H., Ketua Harian Lembaga Kerapatan Adat Luhak Rambah sekaligus Pucuk Suku Kuti, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat sejarah, adat, etika, struktur luhak, serta budaya masyarakat Rokan.
Dalam pemaparannya, Yusrizal KD. menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter. Pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi penguatan nilai moral, etika, sosial, dan budaya lokal.
Nilai-nilai adat Rokan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat memiliki relevansi kuat dengan pembentukan karakter mahasiswa. Adat mengajarkan tata krama, penghormatan kepada orang tua dan pemimpin, tanggung jawab, musyawarah, kepedulian terhadap sesama, serta pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Rektor: Budaya Rokan Harus Menjadi Kekuatan Pendidikan
Rektor Universitas Rokania, Dr. Desmelati, M.Sc., menegaskan bahwa budaya Rokan perlu ditempatkan sebagai muatan lokal yang strategis dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, penguatan budaya lokal bukan sekadar upaya mempertahankan warisan masa lalu, tetapi merupakan investasi karakter untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki identitas, jati diri, dan kecintaan terhadap daerahnya.
“Budaya Rokan perlu kita angkat sebagai muatan lokal yang strategis di perguruan tinggi. Melalui pendidikan, kita ingin menggali kembali kekayaan sejarah, adat, nilai-nilai, dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Rokan. Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus dipelajari, dipahami, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,”ujar Dr. Desmelati, M.Sc.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.
“Kita ingin mahasiswa Universitas Rokania menjadi generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat. Kemajuan dan budaya tidak harus dipertentangkan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar lahir generasi yang modern, berkarakter, dan tetap mencintai budayanya,” katanya.
Dr. Desmelati menambahkan, komitmen Universitas Rokania terhadap penguatan budaya daerah telah diwujudkan secara nyata dalam kurikulum melalui mata kuliah universitas Budaya Melayu Rokan.
“Di dalam kurikulum Universitas Rokania, kita telah memiliki mata kuliah universitas, yaitu Budaya Melayu Rokan. Ini merupakan bentuk nyata komitmen kita untuk memberikan ruang akademik bagi mahasiswa dalam mengenal dan memahami budaya daerah. Harapannya, mahasiswa tidak hanya mengetahui budayanya, tetapi tumbuh rasa memiliki dan kecintaan untuk ikut melestarikannya,” jelasnya.
Ia berharap pembelajaran budaya dapat menjadi semangat baru bagi generasi muda untuk menjaga identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Rokan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kita ingin membangun semangat baru: generasi muda harus bangga dengan budayanya, cinta dengan daerahnya, dan mampu membawa nilai-nilai budaya tersebut dalam kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. Kalau generasi mudanya mencintai budaya, maka budaya akan terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi, ” tutup Dr. Desmelati.
Mengenal Budaya Orang Rokan
Dalam kuliah umum tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep budaya orang Rokan**, yaitu kekayaan budaya masyarakat yang berkembang di kawasan Sungai Rokan dan wilayah yang memiliki hubungan sejarah serta sosial dengan aliran sungai tersebut.
Sungai Rokan memiliki posisi penting dalam perjalanan kehidupan masyarakat. Sejak dahulu, sungai menjadi jalur perhubungan, perdagangan, sekaligus ruang tumbuhnya kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Secara geografis, Sungai Rokan mengalir dari wilayah Rokan Hulu menuju Rokan Hilir dan bermuara ke Selat Malaka. Hubungan masyarakat dengan sungai tersebut turut membentuk berbagai aktivitas kehidupan, mulai dari perdagangan, pertanian, perikanan, hingga interaksi sosial dan budaya.
Karena itu, budaya orang Rokan tidak hanya dapat dilihat berdasarkan batas administratif, tetapi juga melalui hubungan sejarah masyarakat dengan kawasan Sungai Rokan sebagai salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Mengenal Lima Luhak di Rokan Hulu
Salah satu materi penting yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru adalah struktur luhak dalam adat masyarakat Rokan Hulu. Mahasiswa diperkenalkan dengan lima luhak, yaitu Luhak Rambah, Luhak Tambusai, Luhak Kepenuhan, Luhak Kunto Darussalam, dan Luhak Rokan IV Koto atau Luhak Rokan.
Kelima luhak tersebut memiliki sejarah, struktur kepemimpinan, tata kehidupan masyarakat, tradisi, serta karakter budaya masing-masing. Keberadaan luhak menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah dan kehidupan adat masyarakat Rokan.
Pengenalan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa Universitas Rokania agar mereka memahami lingkungan sosial dan budaya tempat mereka menempuh pendidikan.
Etika Adat sebagai Pedoman Mahasiswa
Nilai-nilai adat Rokan memiliki relevansi dengan kehidupan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, terbuka, dan ilmiah, namun tetap menjaga sikap serta tata krama.
Nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan kampus, seperti menghormati dosen dan tenaga kependidikan, menjaga hubungan baik antarmahasiswa, menyampaikan pendapat dengan santun, menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, menjaga nama baik almamater, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Dengan demikian, adat tidak hanya dipahami sebagai tradisi atau kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai pedoman etika dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga Budaya Rokan di Tengah Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar terhadap kehidupan generasi muda. Mahasiswa saat ini sangat dekat dengan internet, media sosial, kecerdasan buatan, dan komunikasi digital.
Di tengah perkembangan tersebut, penguatan budaya Rokan menjadi semakin penting. Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap etika, kesopanan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
Bahkan, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan mempromosikan budaya Rokan kepada masyarakat yang lebih luas.
PKKMB sebagai Awal Pembentukan Karakter
Kuliah umum tentang Etika Adat Rokan memberikan makna bahwa PKKMB bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus. PKKMB juga menjadi tahap awal pembentukan karakter mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Rokania.
Kehadiran tokoh adat dalam kegiatan akademik menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku dan ruang kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari tokoh yang memahami sejarah dan budaya masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, menghormati orang lain, serta memiliki kecintaan terhadap budaya daerah.
Pada akhirnya, penguatan budaya Rokan melalui pendidikan tinggi diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan jati diri.
PKKMB Universitas Rokania Tahun 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun mahasiswa yang unggul dalam ilmu pengetahuan, santun dalam perilaku, kuat dalam karakter, memahami budaya orang Rokan, serta mampu menjaga dan mengembangkan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.***(Alfa)
